Ibu yang Selalu Dirindukan

Pada 15 November 2015, Masjid Al-Falah GDC yang bekerjasama dengan Bina Keluarga Remaja Anggrek 3 mengadakan pengajian dengan pembicara Ustad Bendri Jaisyurrahman dalam tema Bersahabat Dengan Remaja.

Semenjak menghadiri Seminar Parenting yang pernah diadakan sekolah anak saya, dengan pembicaranya Ustad Bendri Jaisyurrahman (ulasannya pernah saya posting di sini), saya menjadi suka dengan ceramah-ceramahnya. Beliau memberikan materi dengan bahasa ringan yang mudah dicerna, namun pas ngena dengan kehidupan kita. Kadang disertai contoh yang penyampaiannya melalui gurauan yang membuat segar suasana pengajian sehingga materi nempel di otak jamaah. Saya tahu nama Bendri Jaisyurrahman, awalnya dari postingan-postingan di akun Facebook yang tulisannya di-share banyak orang. Tulisan-tulisan mengenai ayah atau banyak hal berkaitan dengan parenting. Sebagai konselor remaja, tentu beliau memahami segala permasalahan remaja.

Continue reading

Ayah Bunda Ajak Aku ke Surga

Beberapa pekan yang lalu, POMG sekolah anak saya mengadakan acara Parenting Seminar yang bertemakan “Ayah Bunda Ajak Aku ke Surga” dengan pembicaranya Ustad Bendri Jaisyurrahman. Tidak hanya orangtua siswa sekolah SDI Ramah Anak saja, melainkan untuk umum pun bisa menghadiri acara ini. Supaya bisa menolak lupa, saya coba resumekan inti isi seminar tersebut.

06ajak ke surga

Dengan tema yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya terkesan bombatis. Apakah sudah yakin kita sebagai orangtua akan masuk surga? Kata panitianya, tema itu dipilih sebagai harapan bahwa kita ingin masuk surga bareng-bareng dengan seluruh anggota keluarga. Nah, untuk masuk surga oleh Ustad Bendri dijelaskan komponen-komponennya.

Continue reading

Perjanjian Hudaibiyyah Dalam Pandangan Visioner Nabi Muhammad Saw.

Kalau bukan karena tugas, kayaknya saya ngga kepikiran deh bakalan baca buku sejarah. Ternyata menarik banget baca Sirah Nabawiyah, kita jadi tahu kejadian saat Rasulullah mengalami berbagai peristiwa. Saya kebagian meresume peristiwa Perjanjian Hudaibiyyah. Begini kisahnya,

***

Pada tahun ke-6 H, setelah hijrah ke Madinah dari Mekah, Nabi Muhammad rindu ingin menghadapkan wajah untuk bersujud pada Allah Sang Pencipta di Ka’bah. Seketika Nabi memberitahukan sahabat dan memutuskan pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah umrah dan thawaf. Istri Rasulullah yang ikut adalah Ummu Salamah. Pada bulan Dzulqaidah (Maret 628 M), bersama sekitar 1.400 orang, Rasulullah pergi dengan sama sekali tidak membawa baju zirah atau perlengkapan perang apa pun, mereka mengenakan baju ihram putih dan hanya membawa pedang bersarung.

Continue reading