Mi Tropicana Slim Tiap Akhir Pekan, ya Gak Masalah Dong

Sudah bukan rahasia lagi, kalau anak-anak menggemari mi instan. Rasa gurih dan nikmat, yang selalu dinanti sama lidah anak-anak dan begitu pula kita, orang dewasa. Makan mi bisa jadi selingan kala kita bosan sehingga membutuhkan sedikit variasi dengan tidak melulu makan nasi. Mi termasuk makanan berat tapi tidak terlalu mengenyangkan. Memasak mi menjadi sajian makanan juga sangat praktis dan cepat. Kadang ketika aku hendak pergi menghadiri pengajian yang merupakan jadwal rutin pekanan atau seminar parenting yang diadakan sekolah anak-anak, paling praktis dan tidak memakan waktu lama menyediakan sarapan buat keluarga ya dengan memasak mi instan. Akan tetapi, rasa bersalah kerap menyelimutiku tiap saat menyajikan mi instan untuk keluarga, terutama anak-anak. Terbayang kalori yang tinggi, begitu juga lemak dan kandungan garamnya. Apalagi kalau memakan mi diiringi dengan sepiring nasi. Wuiihhh, double carbohydrate tuh! Serem, kan. Konon, orang Indonesia kalau belum makan nasi, maka dibilang masih belum makan alias hanya ngemil. Ckckck… Aku pernah lihat di tivi liputan tentang proses pembuatan mi instan. Ternyata mi dibuat dengan cara digoreng hingga kering. Kandungan lemak yang tinggi pada mi instan tersebut akan meluruh ketika dimasak. Itulah yang menyebabkan air rebusan mi menjadi keruh, bukan karena terdapatnya zat lilin yang melapisi mi instan seperti kabar yang beredar di masyarakat.

Continue reading

Minuman Berenergi Aman Tidak Berbahaya, Menjadi Teman Bergadang

Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.

Artinya: Belajarlah sungguh-sungguh jangan tanggung-tanggung (ragu-ragu). Ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan bermanfaat.

Lagi senang mengutip peribahasa. Ini bukan tentang kisahku yang sedang menuntut ilmu. Adalah suamiku yang mendapat kesempatan belajar untuk memperoleh jenjang pendidikan S2 melalui jalur beasiswa. Puji syukur, tentu saja selalu terucap dari lisan kami. Namun, usia yang sudah tak muda lagi kerap menjadi keluhan bagi suami. Yang merasa cepat lelah, kurang konsentrasi, dan sering mengantuk. Padahal keluhan tersebut kalau bisa menjadi musuh utama bagi seorang mahasiswa. Jika tiap harinya harus berjibaku dengan tugas dan saat ini berjuang menyelesaikan tesis, bagaimana bisa menghadapinya dengan badan 4L (letih, lemah, lesu, lunglai)? Nah merujuk pada peribahasa di atas, tidak akan bermanfaat jika ilmu yang dituntut dengan tidak sempurna dan bersungguh-sungguh. Harus ada solusi untuk persoalan ini. Sepertinya, suami memerlukan minuman berenergi yang bisa membangkitkan semangatnya. Konon, Kratingdaeng jenis minuman berenergi yang aman dan tidak berbahaya. Minuman berenergi terbaik ini mengandung gula alami dan kafein hanya kurang/sama dengan 1 cangkir kopi, walau begitu tetap menambah stamina dan membuat semangat muncul lagi. Heh, serius lo? Sebenarnya minuman berenergi berbahaya, ngga sih? Biasa pertanyaan seperti ini yang selalu ada di benak kita kalau hendak mengonsumsi minuman suplemen penambah stamina. Yuk, kita jabarkan informasi tentang minuman energi terbaik Indonesia ini.

Continue reading

Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian Dengan Liburan Impian Keluarga

Bukan sedang membahas peribahasa yang biasa kita pelajari dalam Bahasa Indonesia.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian – bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Artinya: Kesenangan atau kekayaan itu tidak datang dengan sendirinya, harus diusahakan dengan susah payah dan kerja keras.

Akan tetapi memang dalam artian sebenarnya. Jadi ceritanya, hampir 1 bulan virus varicella bersemayam di rumah menjangkiti anak-anak, sehingga kami tidak bisa mengikuti acara tahunan dari sekolah Family Gathering. Anak satu sakit cacar air, selang dua minggu kemudian dua anak lainnya sekaligus tertular. Alhamdulillah ala kulli hal, ketika anak-anak sehat, kami mendapat undangan Family Gathering yang lain, bertualang ke JungleLand. Wuidih… tak terkira gembiranya hati kami, terutama anak-anak, pengobat kecewa setelah sembuh dari sakit. Ketika kami tidak mendapat FG yang lalu, Allah mengganti dengan FG lain yang lebih baik. Itulah kita harus selalu berprasangka baik terhadap Allah yang memang Mahatahu yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya, seperti dalam Al-Qur’an yang mengatakan bisa jadi kita suka terhadap sesuatu padahal hal itu belum tentu baik menurut Allah, begitu juga sebaliknya kita tidak suka sama sesuatu yang menurut Allah yang terbaik.

Continue reading

Cempungkan Diri Aja Dulu, Nanti Juga Akan #BeraniLebih Pede (Percaya Diri)

Ketika kita belajar sudah menempuh waktu yang cukup lama, kadang mulai muncul tuntutan untuk menuangkan ilmu yang kita dapat kepada yang lain. Dan tuntutan ini terus mengikuti saya. Guru saya berkali-kali mengatakan bahwa kita harus mengajarkan kembali, yang juga selalu saya abaikan anjuran tersebut. Alasannya semata-mata hanya karena ketidakyakinan akan kemampuan saya sendiri. Da saya mah apa atuh 😉 *ngga pake nyanyi, ya* saya mah siapa atuh, murid yang masih juga bodoh dan belum tahu banyak, masa iya, mau ngajarin orang… *nunduk pelintirin ujung jilbab*

Namun, guru saya terus meyakinkan kalau kita bisa memberikan sesuatu yang kita miliki walau itu hanya sedikit. Akhirnya kesempatan itu datang dengan sendirinya, setelah melewati segala kekhawatiran mengajak dan menawarkan diri. Tiba-tiba seorang ibu muda, tetangga meminta untuk belajar mengaji pada saya.

Continue reading

Manfaat E-Learning Bagi Guru dan Siswa

Memasuki era teknologi, siapa pun harus bisa mengerti, menguasai, atau minimal mengenalnya. Sebaiknya seseorang tidak lagi menganut istilah gaptek (gagap teknologi) kalau tidak mau tertinggal, karena saat ini semua kegiatan manusia berkaitan dengan teknologi. Dunia pendidikan juga sedang menggeliat bergelut dengan teknologi dengan menerapkan metode e-learning pada sistem pengajarannya. Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, metode pengajaran dan pembelajaran sekolah memanfaatkan teknologi melalui media elektronik seperti komputer, laptop, netbook, atau smartphone dengan jaringan internet atau lainnya. Hal ini melibatkan peran guru dan siswa, bahkan juga para orangtua siswa untuk aktif. Seperti contoh, sekolah tidak lagi mewajibkan membeli buku pelajaran sebagai buku pegangan untuk kegiatan belajar-mengajarnya. Orangtua siswa hanya diberikan informasi beberapa judul buku yang dibutuhkan, beserta penulis dan penerbitnya. Orangtua siswa dituntut untuk aktif, mencari sendiri buku-buku tersebut dengan diperbolehkan membeli buku pada toko buku atau hanya mengunggah (download) buku sekolah elektronik (bse) pada internet.

Continue reading