Minuman Berenergi Aman Tidak Berbahaya, Menjadi Teman Bergadang

Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi.
Artinya: Belajarlah sungguh-sungguh jangan tanggung-tanggung (ragu-ragu). Ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan bermanfaat.

Lagi senang mengutip peribahasa. Ini bukan tentang kisahku yang sedang menuntut ilmu. Adalah suamiku yang mendapat kesempatan belajar untuk memperoleh jenjang pendidikan S2 melalui jalur beasiswa. Puji syukur, tentu saja selalu terucap dari lisan kami. Namun, usia yang sudah tak muda lagi kerap menjadi keluhan bagi suami. Yang merasa cepat lelah, kurang konsentrasi, dan sering mengantuk. Padahal keluhan tersebut kalau bisa menjadi musuh utama bagi seorang mahasiswa. Jika tiap harinya harus berjibaku dengan tugas dan saat ini berjuang menyelesaikan tesis, bagaimana bisa menghadapinya dengan badan 4L (letih, lemah, lesu, lunglai)? Nah merujuk pada peribahasa di atas, tidak akan bermanfaat jika ilmu yang dituntut dengan tidak sempurna dan bersungguh-sungguh. Harus ada solusi untuk persoalan ini. Sepertinya, suami memerlukan minuman berenergi yang bisa membangkitkan semangatnya. Konon, Kratingdaeng jenis minuman berenergi yang aman dan tidak berbahaya. Minuman berenergi terbaik ini mengandung gula alami dan kafein hanya kurang/sama dengan 1 cangkir kopi, walau begitu tetap menambah stamina dan membuat semangat muncul lagi. Heh, serius lo? Sebenarnya minuman berenergi berbahaya, ngga sih? Biasa pertanyaan seperti ini yang selalu ada di benak kita kalau hendak mengonsumsi minuman suplemen penambah stamina. Yuk, kita jabarkan informasi tentang minuman energi terbaik Indonesia ini.

Continue reading

Pizza Suka-suka

Gegara aku posting di facebook foto pizza yang baru saja dibikin, banyak teman yang tertarik juga untuk membuatnya. Bahkan ada yang sampai minta aku mengajari membuatnya pula walaupun resep sudah aku share. Karena keluarga penggemar makanan asal Italia ini, maka terlalu boros tiap lidah sedang ingin mengecap penganan tersebut harus membelinya ke restoran fastfood, baik dine in maupun delivery. Jadi lah, aku harus bisa membuatnya sendiri.

Sebagai pemula, aku pernah mencoba beberapa kali bikin pizza merujuk ke berbagai resep, yaitu dari resep yang memakai telur sampai ke resep yang terdapat petunjuk ragi instan dicampur air hangat, tetap menghasilkan kulit rotinya kurang sempurna mengembang. Dan resep yang kita sedang bahas ini, resep yang paling mudah dan simple, karena tidak memakai telur. Ketika aku tanya apakah roti akan tetap mengembang walau tidak menggunakan telur? Orang yang pernah berbagi resepnya, yang aku lupa siapa dia, menjawab bahwa fungsi telur pada sebuah adonan hanya untuk melembutkan, bukan membuat adonan mengembang atau tidak. Fungsi ragi instanlah yang menentukan adonan mengembang. Ternyata, dia kembali mengatakan biasanya letak kegagalan yaitu saat memberi garam pada adonan yang berbarengan dengan ragi instan. Katanya, garam bisa mematikan ragi sehingga bisa menyebabkan roti tidak mengembang. Oohhh, oke… aku paham sekarang *manggut-manggut* Catet! Garam ditaruh paling akhir setelah adonan setengah kalis.

Continue reading