Mencoba memberikan sesuatu yang bermakna

Di lingkungan rumah, saya mengikuti sebuah arisan yang pesertanya hanya warga dua blok pada sebuah perumahan yang ada di bilangan Depok. Arisan ini sudah berdiri sejak dua tahun yang lalu, dan saat ini berlangsung arisan untuk putaran kedua. Arisan diadakan sebulan sekali, minggu kedua, sekitar jam 4 sore. Mengikuti arisan sejak putaran pertama, saya merasakan agak sedikit bosan dengan acaranya yang kurang menarik, hanya mengocok, sedikit mengobrol ngalur-ngidul ke sana ke mari yang tidak jelas, sesekali diberitahukan info-info sekitar kegiatan di blok ini. Apalagi ketika salah satu panitia arisan putaran kedua ini yang biasanya membuka acara, menolak melakukan itu. Kalau sebuah acara tanpa ada pembukaan, tiba-tiba ‘jeder’ (halah, apa sih bahasanya :-P) dikocok arisan sepertinya tidak mengenakkan. “Ya udahlah, nggak usah pake dibuka-buka. Langsung, kocok aja!” begitu katanya. Kita untuk masuk ke dalam rumah saja, harus membuka pintu terlebih dahulu. Begitu juga sebuah acara, alangkah baiknya jika dibuka terlebih dahulu dan akhir acara ditutup. Seperti yang Nabi ajarkan, setiap kita melakukan sesuatu baiknya dimulakan dengan membaca Basmalah dan diakhiri dengan mengucap Hamdalah.

Continue reading