Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian Dengan Liburan Impian Keluarga

Bukan sedang membahas peribahasa yang biasa kita pelajari dalam Bahasa Indonesia.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian – bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Artinya: Kesenangan atau kekayaan itu tidak datang dengan sendirinya, harus diusahakan dengan susah payah dan kerja keras.

Akan tetapi memang dalam artian sebenarnya. Jadi ceritanya, hampir 1 bulan virus varicella bersemayam di rumah menjangkiti anak-anak, sehingga kami tidak bisa mengikuti acara tahunan dari sekolah Family Gathering. Anak satu sakit cacar air, selang dua minggu kemudian dua anak lainnya sekaligus tertular. Alhamdulillah ala kulli hal, ketika anak-anak sehat, kami mendapat undangan Family Gathering yang lain, bertualang ke JungleLand. Wuidih… tak terkira gembiranya hati kami, terutama anak-anak, pengobat kecewa setelah sembuh dari sakit. Ketika kami tidak mendapat FG yang lalu, Allah mengganti dengan FG lain yang lebih baik. Itulah kita harus selalu berprasangka baik terhadap Allah yang memang Mahatahu yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya, seperti dalam Al-Qur’an yang mengatakan bisa jadi kita suka terhadap sesuatu padahal hal itu belum tentu baik menurut Allah, begitu juga sebaliknya kita tidak suka sama sesuatu yang menurut Allah yang terbaik.

Globe JungleLand

Sabtu, 4 April 2015 kami berangkat menuju JungleLand yang berada di Kota Wisata, Sentul City. Sampai di lokasi, pengunjung langsung disambut dengan miniatur globe bertuliskan JungleLand. Tidak berfoto dengan latar itu, rasanya belum sah kalau sudah pernah ke sana. Untuk tiketnya, JungleLand menyediakan promo, yang bekerja sama dengan bermacam-macam perusahaan dan pusat perbelanjaan seperti Telkomsel, Honda, Universitas Bakrie, TipTop, Electronic Solution, dan masih banyak lagi. Diskon tiketnya pun beragam, ada yang semula harga 200 ribu rupiah mendapat diskon menjadi 150 ribu saja maksimal pembelian 4 tiket. Jika menggunakan KTP Depok dan Bekasi promonya lebih besar lagi, yaitu beli 1 tiket mendapat 1 tiket gratis. Asyik, kan… Info beberapa promo untuk tiket masuk bisa dilihat di sini.

Kartu Masuk JungleLand

Memasuki pintu gerbang utama, kita disambut dengan banyak fotografer yang akan mengabadikan gambar seluruh anggota keluarga. Foto tersebut nantinya boleh ditebus (cetak foto) atau tidak diserahkan kepada pengunjung, tidak ada paksaan. Wahana dalam JungleLand cukup banyak yang terbagi menjadi 3 kategori, wahana anak-anak, wahana keluarga, dan wahana seru. Kategori wahana tersebut masuk dalam 3 zona dengan konsep yang unik dan berbeda satu sama lainnya, yakni Zona Carnivalia, Tropicalia, dan Mysteria.

Wahana yang pertama anak-anak tuju adalah Caroussel yang terletak dalam Zona Carnivalia. Arifa seneng banget naik ini, bahkan sampai minta naik 2 kali. Kemudian menuju Haunted House, yang merupakan rumah hantu. 2 putri ini, Arifa dan Ashila tidak berani masuk ke dalam, maka terpaksa hanya Tsaqif dan abinya yang memasuki wahana itu. Begitu keluar dari situ bukannya ketakutan, Tsaqif malah senyum-senyum tertawa. “Aku liat hantunya lucu,” komentarnya. Jyiaahhh, kirain serem di dalam sana… Selepas itu, kita menuju Daytona Cars, tempat beraksi seperti pembalap F1 pada lintasan sepanjang 700m. Karena peraturannya tinggi badan minimal 110cm, maka si bungsu Arifa tidak boleh main. Nah, kali ini gantian Tsaqif ditemani umminya bermain di wahana tersebut dan Abi tertarik bermain di wahana Discovery, yang akan diayun di atas bandul raksasa dengan kemiringan 102o dan ketinggian 20m. Wow! Dijamin pasti terpacu deh adrenalinnya. Sementara itu, Ashila dan Arifa menunggu di luar ditemani orangtua sekerabat.

Bermain Caroussel
Ready, Set, Go! Pembalap cantik di Daytona Cars

Menjelang siang, cuaca mendung dan hujan pun turun. Hampir semua wahana dihentikan, tidak beroperasi. Sebagian pengunjung berteduh di area foodcourt sambil menikmati makan siang, sedangkan anak-anak memilih bermain di Kiddy Land, ruangan khusus batita dan balita yang menyediakan bermacam permainan asyik dan menyenangkan.

Arifa bermain di Kiddy Land

Hujannya cukup lama juga, sekitar 2-3 jam. Inilah kekurangan wisata permainan yang berlokasi Out Door, ketika cuaca tidak mendukung seperti hujan walaupun hanya hujan rintik, hampir semua permainan tidak boleh dijalankan, karena mengandung bahaya. Selepas menunaikan shalat zuhur di mushola yang terletak pada bagian belakang arena, hujan mulai sedikit reda kita kembali bertualang menjelajah hampir semua wahana permainan. Anak-anak tertarik ingin menaiki Ferris Wheel. Konon, wahana ini tertinggi di Indonesia. Dari ketinggian 45m, kita bisa memandangi alam Sentul dan Gunung Pancar. Berada dalam kincir raksasa ini bagaikan menjalani kehidupan, kadang kita berada di atas dan adakalanya kita berada di bawah. Semua harus dihadapi dengan senyuman. Lah, kok ini cerita malah jadi serius gini… hehehe… Lalu, wahana Mini Swinger yang diperuntukkan bagi anak-anak pun dicoba. Permainannya berupa bangku ayunan yang diangkat, lantas diputar terus-menerus dengan kecepatan tinggi tapi aman, kok!

Naik Wahana Ferris Wheel
Bermain Mini Swinger

Oya, sebelumnya kita sudah memasuki wahana Dino World. Di sini kita bisa melihat langsung secara dekat replika dinosaurus-dinosaurus. Sayang sekali, kami tidak bisa berlama-lama karena Arifa ketakutan melihat mereka bisa bergerak, bernafas, dan bersuara. Padahal banyak yang bisa diexplore seperti Fosil Sun Site, tempat menemukan bermacam koleksi fosil dino yang langka dengan menggali-gali pasirnya. Ada juga stan Mang Giver, melihat bagaimana membuat Fire Tornado, api yang berputar-putar bak tornado. Dan ada juga pertunjukan dari Mister Pinter & Miss Teliti, belajar sains yang mudah dan menyenangkan.

Pojok Mang Giver

Sekarang kita memasuki Zona Tropicalia, Ashila, Tsaqif, dan Arifa berminat main di Mini Bumper Car. Semula Tsaqif belum memahami bagaimana mengendalikan mobil begitu diinjak pedal gasnya, tapi naik yang kedua kalinya Tsaqif langsung mahir. Ke seberangnya, kita mengantri cukup panjang di wahana Water Flume. Karena batas minimal ketinggiannya 110m, Arifa kembali tidak diperbolehkan menikmati wahana tersebut. Jadi kita dibagi dua, saya dan Ashila naik duluan, setelah selesai Arifa ikut saya pas Tsaqif dan abinya meluncur dengan perahu di atas air pada lintasan sepanjang 152m. Basah gak? Dikit doang, kok. Kekecewaan Arifa terobati dengan bertualang di atas kapal yang berbentuk binatang laut pada wahana North Pole. Berikutnya, Ashila dan saya berputar ria di wahana Wave Swinger. Terakhir, saatnya Harvest Time, kita jelajahi melaju dengan kecepatan tinggi, naik, meluncur, lalu menikung dan berputar kembali.

Bermain Mini Bumper Car
Lelah, mengantri panjang
Bertualang di Water Flume
Berlayar di North Pole
Berayun di Wave Swinger

Hari sudah senja, waktunya pulang walau masih ada yang belum dicoba wahana permainannya terutama yang berada pada Zona Mysteria. Namun begitu, kami sudah cukup puas menghabiskan liburan akhir pekan di JungleLand, benar-benar tempat Impian Liburan Keluarga yang menjadi kenyataan, membawa keluarga tercinta menikmati Dunia Petualangan Seru. Senangnya berliburan di JungleLand Adventure Theme Park ini, tempatnya luas, banyak wahana permainannya, indah pemandangannya karena berlatar belakang Gunung Pancar, berlokasi di Kawasan Sentul Nirwana, Sentul City Bogor.

***

Tulisan cerita ini diikutsertakan dalam Give Away yang diadakan JalanJalanYuk.com. Keterangan bisa di klik ini.

logo jungleland