Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian Dengan Liburan Impian Keluarga

Bukan sedang membahas peribahasa yang biasa kita pelajari dalam Bahasa Indonesia.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian – bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Artinya: Kesenangan atau kekayaan itu tidak datang dengan sendirinya, harus diusahakan dengan susah payah dan kerja keras.

Akan tetapi memang dalam artian sebenarnya. Jadi ceritanya, hampir 1 bulan virus varicella bersemayam di rumah menjangkiti anak-anak, sehingga kami tidak bisa mengikuti acara tahunan dari sekolah Family Gathering. Anak satu sakit cacar air, selang dua minggu kemudian dua anak lainnya sekaligus tertular. Alhamdulillah ala kulli hal, ketika anak-anak sehat, kami mendapat undangan Family Gathering yang lain, bertualang ke JungleLand. Wuidih… tak terkira gembiranya hati kami, terutama anak-anak, pengobat kecewa setelah sembuh dari sakit. Ketika kami tidak mendapat FG yang lalu, Allah mengganti dengan FG lain yang lebih baik. Itulah kita harus selalu berprasangka baik terhadap Allah yang memang Mahatahu yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya, seperti dalam Al-Qur’an yang mengatakan bisa jadi kita suka terhadap sesuatu padahal hal itu belum tentu baik menurut Allah, begitu juga sebaliknya kita tidak suka sama sesuatu yang menurut Allah yang terbaik.

Continue reading