Posted in Cross Stitch, Kisah

Bunga Mawar di Dinding

Masih dalam rangka mengasah pisau, eh *apaseh* kamsudnya, mengasah kemampuan menjahit tusuk silang a.k.a. belajar terus biar pandai, kali ini paket kit kristik yang dipilih dengan ukuran  tidak kecil namun juga tidak terlalu besar, 13 x 34 cm. Gambar bunga mawar yang kubeli.

1-pola mawar
Pola Kristik Mawar
2-benang
Benang-benangnya

Mempelajari pola, kode benang, dan jenis tusukannya tidak sulit nih, pikirku. Semua tusukannya jenis full stitches, tidak ada back stitch maupun french knot. Dan sekarang, aku tahu untuk mempermudah pengerjaan kristik, kainnya dibuat garis bantu/grid. Tak perlu khawatir merusak hasil jadinya nanti, karena pen yang digunakan adalah Water Erasable Pen. Garis-garis tersebut akan hilang jika hasil kristikan dicuci. Konon, ada pula Air Erasable Pen untuk benang yang warnanya luntur sehingga setelah selesai, hasil kristik tidak perlu dicuci dan garis bantunya akan hilang sendiri perlahan-lahan terkena udara.

Water Erasable Pen

 Dengan menggunakan hoop—pembidangan berbentuk lingkaran—yang disematkan pada kainnya, kumulai menjahit dari daun satu ke daun berikutnya. Ketika memasuki gambar bunga dan mendapat satu bentuk bunga utuh, rasa senang merasuk di dada perlahan. Tidak ada kesulitan berarti yang kutemui selama pengerjaan kristik bunga mawar itu, hanya sesekali mendapati benang kusut atau tiba-tiba benang putus di tengah menjahit. Ada tips supaya benang tidak cepat brudul *halah, apa seh bahasanya* yang aku dapat dari kristikers yang sudah mahir di sebuah cross stitch community, benang sebelum dipakai untuk menjahit diolesi lilin terlebih dahulu sehingga ketika benang melewati kotak-kotak kain aida, agak licin dan tidak cepat terkikis. Caranya, benang dililitkan pada lilin putih, jangan yang berwarna, lalu ditarik terus sepanjang benang yang akan digunakan. Lilin yang buat nyala api ya, bukan lilin play dough tapi sumbu apinya ngga usah dinyalain, ntar kebakar lagi. *Yaelah, semua orang juga tau, kellesss …* Kali aja, gitu… 😛 hehehe…

4-progres jahit
Progres Jahitan

Mendekati proses akhir, aku mengalami kejenuhan. Pasalnya, setelah gambar bunga semua jadi, bagian luar ada lis, garis pada tepi mengkotaki gambarnya. Menjahit garis lurus nan panjang tersebut bak menyetir mobil di jalan tol yang sepi dan kosong. Bikin nguantuk! Tidak ada lika-likunya, semua sama jenis tusukan dan panjaaanggg… *seperti iklan coklat pasta* Sungguh membosankan sehingga penyelesaian agak tersendat beberapa hari. Sedikit demi sedikit, kukerjakan juga dan akhirnya pun selesai. Pfyuhh… *lap keringet*

Senang bingits ngeliat hasilnya, walau ada beberapa bagian yang tidak rapi, jika diperhatikan dengan saksama. Mungkin, pada bagian itu aku menarik benangnya terlalu kuat sehingga gradasi warnanya tidak halus, terlihat ada jarak ada kotak satu dan kotak lainnya seperti renggang-renggang. Gambar atau image kalau dilihat pada program grafis Photoshop kan terdiri dari pixel-pixel, begitu juga dengan gambar kristik yang terbuat dari kumpulan kotak-kotak kecil sesuai ukuran kainnya. Itu semua merupakan proses pembelajaran. Next, aku harus ngerjainnya lebih hati-hati.

Begitu jadi, kristikan bunga mawar memasuki proses berikut, yaitu pencucian. Cukup direndam air dengan sedikit deterjen cair, garis grid pada kain perlahan hilang dengan sendirinya. Boleh dikucek pelan dan hati-hati, jika ada spot noda-noda yang mengganggu pemandangan. Lalu dijemur dengan diangin-anginkan aja, ngga perlu digiling pada mesin pengering. Bisa hancur Mina! *eh, ketauan deh umurnya waktu tragedi Mina udah ada* Kemudian setelah kering sempurna, kristikan disetrika pun dengan hati-hati. Konon pakai setrikaan uap lebih bagus, tapi kalau ngga punya, ya ngga usah maksain diri supaya beli. Pakai setrikaan biasa juga bisa, ga pa-pa. Lumayanlah, daripada lu manyun 😉

7-cuci jemur
Kristikan dicuci dan dijemur

Terakhir, aku bawa aja hasil kristik ke tukang bingkai, setelah beberapa hari jadi deh sudah terpasang bingkai. Cantik. Tinggal dipajang, bunga mawar menghiasi dinding. Itulah mengapa aku suka kristik. Hasilnya bisa dipamer di dinding, bentuk dan ukurannya bisa kecil dan besar, tidak printilan *jyahh, apa lagi nih artinya* seperti hasil karya craft (dari kain flanel, bros, bando,dompet, dsb). Soalnya aku ngga telaten menyimpan barang yang kecil-kecil, memang sih hasilnya lebih bisa dijual. Yang terpenting, ada kepuasan batin yang aku dapat dalam mengerjakan kristik.

Kristik Bunga Mawar (Karya #2)

  • Uk. 70w x 185h (13 x 34cm)
  • Kain Aida (14ct)
  • Benang China (DMC Conversion)

Author:

Ibu dari tiga anak yang menerima order layout/setting buku. Sebagian hasil karyanya bisa dilihat pada FP www.facebook.com/pages/Alfaz-Creation/265018896864395. Juga jualan buku di http://www.facebook.com/gbb.aliafazrillah, silakan mampir...