Posted in Catatan, Renungan

Sabar Terhadap Musibah

Kelimpungan dapat tugas mengisi pengajian ibu-ibu dari Anak Yatim. Saya pun kebagian materi tentang Sabar. Langsung cari bahan materi tersebut ke sana-kemari *gedebak-gedebuk*. Sebenarnya perihal sabar itu banyak, tapi saya ambil tema Sabar Dalam Menghadapi Musibah saja, karena memang audience-nya ibu-ibu umum, yang rata-rata usianya di atas 40 tahun dan juga supaya bahasannya ngga melebar ke mana-mana.

***

Sabar, sebenarnya kata yang gampang diucapkan, tapi sulit sekali untuk dilakukan. Sering kan kita ngomong ke teman atau siapa pun, jika dia sedang dapat masalah, “Sabar ya, sabar…” Padahal susah banget ya, kalau kita sendiri di posisi yang dapat musibah untuk sabar. Tetapi memang begitu lho, kata Nabi dalam HR Imam Bukhari, “Semua perkara orang mukmin sungguh mengagumkan, semua bisa menjadi kebaikan baginya. Hal itu hanya dimiliki orang yang beriman. Jika seorang mukmin mendapat kesenangan ia bersyukur, maka hal ini menjadi kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka hal ini pun menjadi kebaikan baginya.” Tuh kan, kalau kita kena musibah, kita disuruh bersabar supaya musibah menjadi kebaikan buat kita.

Dalam hidup akan selalu ada masalah, setiap mukmin pasti mengalami ujian, baik kekurangan maupun penyakit. Semua yang menimpa adalah kebaikan, karena ujian akan membuatnya semakin dekat dengan Allah Swt. dan menjadi penghapus dosa-dosanya. Ujian berupa penyakit yang diderita dan penderitaan lain yang menimpa dirinya adalah sarana membersihkan diri dari dosa.

Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Siapa saja yang dikehendaki baik oleh Allah Swt., niscaya Ia akan memberikan cobaan kepadanya.” (HR Imam Bukhari)
Abu Sa’id RA dan Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih, sakit, gelisah, sedih, gangguan, gundah gulana, maupun duri yang mengenainya (adalah ujian). Dengan ujian itu, Allah Swt mengampuni dosa-dosanya.” (HR Muttafaqun ‘alaih)

Karena setiap kehidupan akan selalu diwarnai masalah dan ujian, Allah Swt. meminta kita untuk bersabar, tetap tenang dalam menghadapinya. Sabar merupakan jalan yang bisa membawa kita pada kemenangan, cara yang efektif untuk melewati ujian.

Sungguh Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 155)
“Wahai orang-orang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 153)

Pengertian Sabar

Sebenarnya sabar itu apa sih? Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin RA, sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24). Menurut Aid Al-Qarni, sabar adalah kemampuan jiwa untuk senantiasa berlapang dada, berkemauan keras, serta memiliki ketabahan yang besar dalam menghadapi masalah kehidupan. Jadi sikap sabar bisa dipahami dengan menahan dan mengekang nafsu agar sesuai dengan tuntutan akal dan syari’at, atau menahan diri dari hal-hal yang tidak boleh dilakukan, baik menurut akal sehat manusia maupun syari’at. Tidak dibenarkan tuh, kalau kita mendapat ujian, cobaan, masalah, lantas kita mengumpat-umpat atau bahkan marah-marah. Apalagi sampai ada yang bunuh diri, saking tidak kuatnya melewati cobaan. Na’udzubillahi min dzalik.

Jika kita bersabar, selain kita lebih tenang dalam menghadapi cobaan dan juga kita mendapat pahala. Saking susahnya sabar kita terapkan, tentu Allah sudah janjikan hadiah bagi hamba-Nya yang bisa terus bersabar.

Pahala Tanpa Batas
Pahala Tanpa Batas
Firman Allah, “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS Az-Zumar [39]: 10)

Supaya memperoleh pahala tanpa batas, maka sikap sabar pun harus tanpa batas. Jadi ngga ada lagi ya perkataan, “Sabarku ada batasnya.” Sepakat?! 🙂

Selalu Ada jalan Keluarnya

Kadang seseorang ditimpa berbagai musibah hingga dia dirundung kesusahan. Itu merupakan ujian dari Allah. Jika dia bisa lulus dari ujian dengan kesabaran yang dia miliki, tidak merasa putus asa dan yakin betul bahwa apa yang dia alami adalah keputusan dan ketentuan dari Allah, lalu dia ikhlas dan tenang, maka pada saat itulah bantuan Allah akan datang, dan segala kesusahan yang dialaminya pun akan sirna. Inilah kemenangan yang gemilang, baik di dunia mau pun di akhirat.

Bahwa setiap kesusahan yang dihadapi dengan kesabaran dan bisa mengambil hikmah/pelajarannya, musibah akan berubah menjadi sebuah kebaikan baginya, maka pertolongan Allah pun akan datang.

Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS Al-Baqarah [2]: 214)

Kesusahan merupakan salah satu pintu kemudahan. Dalam setiap kesulitan dibutuhkan kesabaran agar mendapatkan kemenangan. Dan sudah Sunnah-Nya, kalau kesulitan itu selalu diiringi dengan kemudahan.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (QS At-Talaq [65]: 7)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS Al-Insyirah [94]: 5-6)

Dengan demikian, kesulitan tidaklah dialami manusia terus-menerus selama ia ridha dan ikhlas dengan ketentuan Allah, selalu menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, berlindung kepada Allah, dan yakin sepenuhnya kalau Allah akan mengubah kesulitan dengan kemudahan.

Referensi:
Modul Tarbiyah Islamiyyah, Robbani Press
Syarah Arbain Nawawiyah, Robbani Press
http://www.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2014/02/25/17170/sabar-dan-shalat-obat-hadapi-masalah.html#.VGZhW2e87Dc

Author:

Ibu dari tiga anak yang menerima order layout/setting buku. Sebagian hasil karyanya bisa dilihat pada FP www.facebook.com/pages/Alfaz-Creation/265018896864395. Juga jualan buku di http://www.facebook.com/gbb.aliafazrillah, silakan mampir...