Ancol ‘Tepian Sungai’ ala Jambi Menambah Penasaran

Mempunyai suami yang sering dinas luar kota, tugas dari kantor, tentu ada suka dan dukanya. Suka, setiap abinya anak-anak pulang dari luar kota pasti membawa oleh-oleh khas dari daerah tersebut. Bisa berupa makanan atau barang khas seperti kaos, sarung, lukisan, dan perhiasan gelang terbuat dari batu giok. Anak-anak senang mendapat cendera mata berupa kaos atau mainan, dan saya juga pasti senang mendapat ‘mentah’nya, uang perjalanan dinasnya 😀 *emak-emak matre* hihihi… Kalau dukanya, si Abi pergi terus, melihat keindahan berbagai kota di Indonesia, bahkan di luar negeri tanpa membawa serta keluarganya, walaupun suami pergi untuk bekerja, bukan untuk jalan-jalan.

1tsaqif sedih

Tsaqif sedih mau ditinggal abinya

Ketika abinya ingin berangkat, Tsaqif, jagoanku yang berusia 3 tahun, acapkali merajuk, “Bi, aku ikut dong…” Setelah dijelaskan dan diberi pengertian, Tsaqif pun melepas abinya pergi dengan mata berkaca-kaca. *lebay* Seperti di sinetron aja… 😛 Sedangkan Ashila, putriku yang sudah lebih besar dari adiknya, telah mengerti jika abinya akan pergi tugas luar kota. Abi mau “kerja banyak”, istilah Ashila yang artinya Abi pergi kerja tapi ngga pulang-pulang dalam 2-3 hari atau bahkan seminggu.

Tebersit dalam pikiran, kalau sesekali kita bisa ikut Abi pergi ke luar kota, tentu akan menyenangkan. Abi pun menyetujui, ketika usulan itu disampaikan. “Ya, nanti kalau memungkinkan,” jawabnya. Memungkinkan dalam hal waktu, anak-anak pas libur sekolah atau tidak sedang dalam ujian, dan juga memungkinkan dalam hal biaya, masih ada sisa uang yang cukup untuk membiayai sekeluarga, baik transportasi dan konsumsi selama di sana, sedangkan untuk akomodasi tidak masalah karena kita bisa tidur dalam satu kamar hotel, tempat Abi menginap. Saya langsung browsing, daerah mana yang cocok untuk kita kunjungi bersama keluarga.

Ketemulah Jambi, daerah yang berada di pesisir timur pada bagian tengah Pulau Sumatera, yang menarik untuk kita sambangi. Kota-kota dalam Pulau Jawa sudah pernah kita datangi seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya. Kalau menyebrang ke Pulau Sumatera belum pernah nih, dan tidak terlalu jauh pula dari tempat tinggal kita di Jakarta—lebih tepatnya pinggiran Jakarta, Depok—yang terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Sebenarnya lokasi tidak masalah kalau kita menggunakan pesawat, karena Provinsi Jambi memiliki 3 bandar udara, yaitu Bandara Depati Parbo, Bandara Muoro Bungo, dan Bandara Udara Sultan Thaha Syaifuddin.

Provinsi Jambi

Provinsi Jambi

Wilayah Provinsi Jambi yang beribukota di Jambi terbagi dalam 9 kabupaten dan 2 kota, yaitu Kabupaten Batanghari, Kabupaten Bungo, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tebo, Kota Jambi, dan Kota Sungai Penuh. Kota Jambinya sendiri merupakan wilayah dengan luas terkecil yaitu 205.43 Km2 (0.41 %) dan wilayah dengan luas terbesar dengan 6.461 Km2 (12.88 %) yakni Kabupaten Tebo.

Wilayah Kota Jambi dari barat, timur, utara, dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi, atau bisa dibilang Kota Jambi berada dalam wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Kota Jambi

Ada apa saja sih objek wisata di Kota Jambi yang bisa kunjungi nanti. Ternyata Kota Jambi memiliki enam potensi objek wisata lho, yang sangat menjanjikan dan diyakini akan mampu meningkatkan jumlah orang yang berwisata ke Kota Jambi, yaitu Taman Mini Jambi dan Taman Rimba, Danau Sipin, Hutan Kota, Sungai Batanghari, Tanggo Rajo, dan Seberang Kota.

1. Taman Mini dan Taman Rimba Kota Jambi

Taman Mini dan Taman Rimba Jambi

Taman Mini dan Taman Rimba Jambi

Pemerintah Kota Jambi menjadikan kedua taman ini sebagai objek wisata andalannya dengan upaya menyatukan tempat hiburan dan kebun binatang. Konsep tempat hiburan yang nyaman dengan terdapat berbagai macam permainan, sedangkan kebun binatang yang menyediakan beraneka jenis hewan, termasuk hewan langka. Dalam kawasan taman ini juga terdapat pusat suvenir berupa tribun yang diubah menjadi kios-kios suvenir dan rumah-rumah adat yang dimanfaatkan sebagai tempat penjualan cenderamata khas masyarakat Jambi. Jadi kita bisa pulang dengan membawa buah tangan untuk para tetangga di rumah, hasil jalan-jalan ke Kota Jambi.
Kelebihan lain Taman Mini dan Taman Rimba Jambi ini adalah lokasinya yang strategis, berada di tengah-tengah kota (7 km dari pusat kota) dan tidak jauh (500 m) dari Bandar Udara Sulthan Thaha Syaifuddin.

2. Danau Sipin

Danau Sipin

Danau Sipin

Sebuah danau alami yang ditata oleh Pemerintah Kota Jambi dan dijadikan pusat pengembangan ikan air tawar, sebagai salah satu objek wisata danau dan wisata kuliner yang menyajikan berbagai makanan khas Jambi. Danau Sipin, atau yang disebut oleh masyarakat Jambi dengan nama “Solok Sipin” (Solok = Danau), berada pada pinggir Kota Jambi tepatnya di daerah Telanaipura.

Di sini, kita bisa berwisata perahu yang dikayuh untuk melintasi dan mengitari danau. Pada pinggiran danau adalah hutan rengas yang tumbuh secara alami. Anak-anak pasti senang berperahu sambil menikmati panorama, serta melihat keramba ikan yang berada pada tengah danau. Keramba memang sengaja dibuat oleh petani ikan untuk membudidayakan beragam jenis ikan, seperti ikan mujair, ikan mas, ikan nila, dan ikan air tawar lainnya.

Kalau lapar, tak perlu khawatir karena di sekeliling danau terdapat restoran atau pondokan-pondokan yang menyajikan makanan khas Jambi. Namanya juga tempat wisata kuliner, pasti banyak tempat makan toh.

3. Hutan Kota

4hutan kota

Hutan Kota

Nah, Ashila dan Tsaqif pasti senang banget kalau bisa mengunjungi Hutan Kota Mayang Mangurai, yang merupakan tempat wisata outbound dan perkemahan. Mereka menyukai kegiatan-kegiatan outbound, seperti flying fox, jalan di jala jaring, atau yang lainnya. Di sini juga ada taman dengan flora dan fauna yang dilindungi. Objek wisata Hutan Kota Mayang Mangurai ini sangat cocok untuk para keluarga penggemar kegiatan alam.

4. Three-in-one, objek wisata lainnya adalah Sungai Batanghari, Tanggo Rajo, dan Seberang Kota berada dalam satu kawasan.
a. Sungai Batanghari

Sungai Batanghari

Sungai Batanghari

Merupakan sungai terpanjang di pulau Sumatera sekitar 800 km. Untuk penghubung menuju Kabupaten Muaro Jambi, ada jembatan Aur Duri yang menjadi ikon Kota Jambi, melintang di Sungai Batanghari.

b. Tanggo Rajo

Tanggo Rajo

Tanggo Rajo

Merupakan kawasan Taman Tanggo Rajo yang berada di pesisir Sungai Batanghari, depan rumah dinas Gubernur Jambi. Dikenal sebagai Ancol-nya Kota Jambi, namun bukan melihat tepian laut melainkan menikmati keindahan tepian sungai sambil berwisata kuliner yang banyak terdapat di sini. Tentunya ini menambah rasa penasaran saya untuk merasakan sendiri keasyikan bersantai bersama keluarga di Ancol pesisir sungai, dengan sepoian angin yang berembus sembari melihat kegiatan-kegiatan yang juga sering diadakan di sini, seperti lomba perahu.

c. Seberang Kota

Seberang Kota Jambi

Seberang Kota Jambi

Untuk mengenal dan melihat kebudayaan dan adat istiadat Provinsi Jambi di sinilah tempatnya, Seberang Kota Jambi (Sekoja). Wilayah yang masih kental akan budaya di hampir tiap sudutnya dan berada di tengah kota berbatasan dengan Sungai Batanghari. Kebudayaan Jambi yang bisa ditemukan di sini, seperti pemandangan rumah-rumah tua adat Jambi, penduduk asli keturunan Arab Melayu Jambi, kerajinan batik Jambi yang bisa dilihat langsung proses pembuatannya serta bisa dibeli langsung dari pengrajinnya, dan tak ketinggalan makanan khas Jambi yakni tempoyak, yang terbuat dari daging buah durian yang sudah difermentasi, biasanya digunakan untuk membuat tempoyak patin atau brengkes. Sayangnya, saya bukan penggemar buah durian, jadi tidak tertarik untuk mencoba makanan khas Jambi ini. Akan tetapi, bolehlah kita bawa buat oleh-oleh… 😛

Itulah, keenam potensi objek wisata Kota Jambi yang bikin anak-anak dan saya pengen berkunjung ke Jambi, terutama melihat sendiri ‘Ancol’nya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog www.pipetmagz.com. Link lombanya sendiri di sini.