Ta’awudz

Berdasarkan firman Allah Swt. dalam QS An-Nahl [16]: 98

annahl 98 copy

“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan terkutuk.”

Membaca isti’adzah atau ta’awudz yaitu ketika hendak membaca Al-Qur’an atau dalam keadaan tertentu pada saat seseorang memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

Lafaz ta’awudz:

taawudz-1

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Atau:

A’udzu billahis sami’il ‘alim minasy syaithonir rojim

“Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk.”

Makna membaca ta’awudz ketika membaca Al-Qur’an:

  1. Membuang nilai-nilai yang buruk seperti fitnah, gunjingan, sehingga bisa menerima nilai-nilai baik dari Al-Qur’an.
  2. Menghindari dari godaan setan. QS Al-A’raf [7]: 200, “Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah.* Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

*) Membaca lafaz ta’awudz

Setan menggoda manusia dengan 4 cara:

  1. Menjadikan kejahatan terasa indah, alasan-alasan pembenaran. QS Al-Hijr [15]: 39, “Ia (iblis) berkata, ‘Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya.'”
  2. Membisikkan kejahatan, memberi ide-ide jahat. QS An-Nas [114]: 5, “Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.”
  3. Mendatangi manusia dari segala arah (depan, belakang, kanan, kiri). QS Al-A’raf [7]: 17, “Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
  4. Setan tidak mau disalahkan jika ada manusia yang sesat. QS Ibrahim [14]: 22, “Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan. ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhdapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.’ Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.”