Izin Suami

Ahad, jadwal saya mengaji yang tiap pekan tidak selalu sama, kadang berubah tergantung acara anggotanya. Seperti pekan ini, jadwal mengaji yang biasa diadakan setiap pukul 8-9 pagi, dimajukan menjadi pukul 6.30 karena salah satu anggotanya–kali ini, guru–mempunyai acara lain pukul 9. Tidak masalah, jadwal berubah-ubah selama tidak banyak yang berhalangan hadir karena bentrokan acaranya.

Semula, saya ragu bisa hadir karena terlalu pagi bagi saya untuk berangkat. Biasanya, pagi hari itu repot sekali, harus mencuci baju terlebih dahulu, mencuci piring, menyiapkan sarapan, dan sebagainya. Ketika malamnya saya mengutarakan niat kepada suami kalau besok pagi saya mau berangkat mengaji, dijawab tidak masalah. Oh berarti, bisa diusahakan untuk berangkat pagi kalau begitu, segala urusan rumah tangga dikerjakan lebih awal lagi. Dan pulangnya, saya bisa mampir dulu ke pasar kaget di GDC untuk sekadar melihat-lihat barang, window shopping, pikir saya nakal, eh, pasar kaget ngga pake etalase ya.. hihihi… 😛 Soalnya ngga akan bisa saya refreshing sendiri, kalo ngga nyempatin disela-sela saya keluar rumah.

Continue reading