Posted in Catatan

Mencintai Allah (Mahabbatullah)

Hakikat cinta adalah:
1. Cinta yang mengikuti syari’at (Asy syar’iyyah)
Cinta seorang mukmin kepada Allah lahir dari keimanannnya/dasarnya iman. Cinta ini membutuhkan pengorbanan dan konsekuensi. QS Ali Imran [3]: 15 dan 170.
Cinta ini akan menuntun ke jalan yang lurus, karena dilandasi keimanan.
2. Cinta yang tidak mengikuti syari’at (Ghairusy syar’iyyah)
Cinta yang dilandasi syahwat atau dasarnya syahwat. Cinta ini dipengaruhi oleh setan, bukan ciri kepribadian seorang mukmin dan akan membawa pada kehancuran. QS Ali Imran [3]: 14, Az-Zukhruf [43]: 67, Abasa [80]: 34-37.

Maka, carilah teman yang membawa pada keimanan.

Ciri-ciri cinta:
1. Selalu teringat-ingat. QS Al-Anfal [8]: 2.
Bila disebut-sebut nama Allah, hati akan bergetar dan bertambah kuat imannya.
2. Mengagumi. QS Al-Fatihah [1]: 1-2.
3. Ridha/rela. QS At-Taubah [9]: 61.
Ridha dengan takdir Allah.
4. Pengorbanan/siap berkorban. QS Al-Baqarah [2]: 207.
Siap berkorban untuk yang kita cintai, sebagai hamba cinta kepada sang khaliknya. Pengorbanan paling tinggi adalah nyawa. Pengorbanan kita untuk Allah akan mendapat balasan.
5. Takut.
Misal, takut ketika yang kita cintai akan terluka, terzalimi.
6. Berharap. QS Al-Anbiya [21]: 90.
Misal, berharap yang kita cintai selalu sehat.
7. Taat. QS An-Nisa [4]: 80.
Taat selalu menuruti larangan yang kita cintai.

Tingkatan cinta:
1. Cinta menghamba. Ditujukan hanya ke Allah (QS Al-Baqarah [2]: 21).
– untuk menyembah atau mengabdikan diri.
– untuk menghamba kepada Allah sehingga kita menyerahkan/memenuhi/mengorbankan jiwa untuk Allah.
– bisa berkorban waktu, tenaga, materi.
2. Mesra. Dengan Rasulullah dan Islam
– untuk diikuti.
– dengan menghidupkan Sunnah Rasul, yanng sesuai ajaran Islam.
– banyak membaca sejarah rasul, akan menimbulkan rasa cinta pada rasul, sahabat.
3. Rasa rindu. Dengan mukminin (keluarga/jamaah).
– untuk saling kasih sayang dan saling mencintai. QS Al-Fath [48]: 29, Al-Ma’idah [5]: 54-56.
– karena kita bersaudara, seiman dan seislam sehingga menimbulkan ukhuwah islamiyah yang diikat dengan iman, islam. hal ini merupakan salah satu bentuk sunnah rasul.
4. Curahan hati. Dengan kaum muslimin umumnya.
– untuk persaudaraan islam.

Beda muslim dan mukmin ada pada tingkat keimanannya. Muslim adalah orang beragama islam, tapi belum pasti beriman. Mukmin adalah orang beragama islam yang sudah pasti beriman.

5. Rasa simpati. Dengan Al-Ihsan (kepada semua manusia).
– untuk didakwahi.
– seperti simpati Rasul kepada umatnya dengan memberikan petunjuk, sehingga umatnya bisa menikmati manisnya beriman. Rasul tidak merasakan/menikmati hanya untuk diri sendiri.
– mengajak yang lain masuk surga bersama-sama.
6. Hubungan hati. Ditujukan hanya kepada benda=benda yang sifatnya untuk memanfaatkan.
– motor yang bisa dimanfaatkan sebagai kendaraan, bukan dijadikan tuhan atau disakralkan.
– jika benda sudah tidak ada manfaatnya lagi, maka tidak apa-apa tidak dipergunakan lagi.
– dilarang untuk memandikan benda seperti keris, batu cincin.

Peringkat cinta:
1. Mencintai siapa saja yang dicintai kekasihnya.
Konsekuensinya kita juga mencintai orang yang kita cintai
2. Mencintai apa saja yang dicintai kekasihnya.
==> Menghasilkan Wala/pengkultusan.
3. Membenci siapa saja yang dibenci kekasihnya.
Tidak masalah, jika masih dalam bingkai Islam. Dilarang, membenci orang yang menunaikan syariat Islam. Misal, membenci orang yang memakai jilbab.
4. Membenci apa saja yang dibenci kekasihnya.
==> Menghasilkan Al-Baro/pengingkaran/tidak loyal.

Author:

Ibu dari tiga anak yang menerima order layout/setting buku. Sebagian hasil karyanya bisa dilihat pada FP www.facebook.com/pages/Alfaz-Creation/265018896864395. Juga jualan buku di http://www.facebook.com/gbb.aliafazrillah, silakan mampir...